Phonak 232 “small old wonder”

img_20160702_192118_hdr

Writer : Mikku
Phonak PFE 232
Harga : sangat bervariasi karena barang sudah Discontinued mulai dari 4 Juta – 9 Juta
Driver : Dual Balanced Armature
pernah denger merk Phonak ? mungkin kalo baru masuk dengan dunia audio masih asing dengan merk ini…

Merk ini adalah salah satu merk yang telah lama memiliki reputasi yang sangat baik dalam dunia audio khusunya para pecinta iem. phonak adalah perusahaan asal Swiss yang berfokus pada Hearing-aid dan sempat mengeluarkan seri IEM yang disebut sebagai Audeo Phonak Perfect Fit Earphone, dimana nama tersebut tidak main-main karena Phonak telah dikenal dengan salah satu keunggulannya yaitu fittingnya yang sangat nyaman mulai dari seri yang terbawah (012) sampai dengan seri tertingginya (232) semuanya menawarkan fitting yang sangat nyaman (over ear) untuk berjam jam dipakai (ga percaya? silahkan coba sendiri wkwkwkwk). sayangnyaaa iem phonak pfe series ini sudah tidak diproduksi lagi sehingga yang beredar di pasaran sekarang adalah pasti second, kalaupun baru pasti barang tersebut adalah stok lama yang belum sempat dibuka.

Build n Fit

Build Phonak 232 ini tidak jauh berbeda dengan seri seri phonak di bawahnya, masih sama dengan plastik yang kecil namun terasa cukup kokoh dan ringan, namun pada 232 sedikit lebih besar karena jumlah driver yang lebih banyak. kabelnya sendiri terasa agak springy dan walaupun tipis namun terasa cukup kuat dan berbeda dengan carbo tenore yang sering kali terasa “terlalu lentur”, kabel phonak ini tidak terlalu lentur.

Untuk masalah fitting….  untuk telinga saya sendiri.. Phonak PFE series masih nomor 1 dalam kategori Universal Iem…. sangat sangat nyamaaannn, bahkan lebih nyaman daripada westone, shure ataupun inear SD (ini pengalaman pribadi yaa setiap orang beda beda kupingnya haha).

img_20160707_015525_hdr
(perbandingan ukuran housing dengan flare R2A)

fitting-phonak
(fitting phonak 232 yang mengikuti bentuk telinga)
sumber photo : gadgeteer.com

Sound

Sebelum masuk ke pembahasan suaranya, perlu diinformasikan dulu, phonak ini memiliki 3 filter yang dapat diganti ganti (dalam packaging bawaan : 2 pasang abu, 1 pasang hitam, 1 pasang hijau) dimana filter masing masing menghasilkan suara yang berbeda beda, namun penulis hanya akan membahas terutama mengenai filter abu yang juga merupakan filter yang paling diminati karena paling detail dan paling spesial, sedangkan filter hitam tidak sejernih abu, apalagi filter hijau yang seolah benar benar mengubah suara phonak sehingga menjadi bass oriented 

Mulai dari bass, deep and fast, meskipun tidak begitu deep namun rasanya bass yang dihasilkan fokus pada area sekitar mid bass- sub basswalaupun punchy namun tekstur bass yang dihasilkan tidak terlalu bulat, mungkin karena kurangnya mid bass dalam hal ini, namun bass ini tetap enjoyable dan cukup asik untuk yang mengharapkan punch bass. namun untuk yang mengharapkan bass yang tebal dan berbodi, mungkin tidak akan menemukannya di phonak walaupun sudah memakai filter hijau.

Mid nya sendiri kadang terasa unik dimana tekstur yang dihasilkan adalah di antara analytical dan smooth. posisi vokal sendiri lumayan mundur sehingga menghasilkan tonal V shaped, namun detail dari vokal tetap terdengar sangat jernih dan jelas, dan tetap enak untuk lagu vokal. kadang dengan silicon tips yang terlalu tipis dapat menghasilkan sibilance peak yang lumayan untuk lagu rekaman jelek, namun dengan comply foam tips hal ini teratasi sehingga vokal tetap detail namun tetap smooth. (bisa juga mengganti ke filter hitam, namun akan mengurangi detail).

Bagi saya pribadi, dan beberapa teman yang telah mencoba, treble phonak 232 ini sangat spesial dan mungkin dapat dibilang salah satu yang terbaik, karena sangat detail dan extend namun tetap smooth dan saya belum pernah mendapati sibilance di area ini. kalo kamu suka suara gitar, biola, ato flute kemungkinan besar akan jatuh cinta dengan treblenya karena dapat mencapai nada nada tinggi pada instrumen tapi tetap menjaga untuk tidak menghasilkan peak yang menyakiti telinga… yummy

Soundstage yang dihasilkan tidak terlalu lebar, namun depth, posisi depan blakang serta imaging yang dihasilkan sangat baik sehingga memberikan gambaran 3D seperti bola kecil dengan kepala sebagai pusatnya. hal ini bisa lebih terasa apabila playlist lagu adalah lagu lagu orchestra yang memainkan berbagai macam alat musik

Comparison

  • VS Inear SD2, sama sama dual BA namun arah tonal yang dihasilkan sangat berbeda dimana ekstensi 232 terasa lebih lengkap, treble yang lebih lepas maupun bass yang lebih deep, namun SD2 lebih berbodi di low mid dan lebih memiliki mid bass yang tebal dan punchy. untuk SD2 sendiri saya belum pernah menemukan sibilance
  • VS ath im02, sekali lagi sama sama dual BA namun arah tonal sangat berbeda, dimana 232 terasa V shaped dan fun, ath im02 terasa lebih flat dan analytical
  • VS Doppio yang merupakan dual BA termurah favorit versi gw. walaupun memiliki treble presence  yang serupa, namun ekstensi treble doppio terasa tidak selengkap 232 dan lebih kasar. untuk bass sendiri doppio lebih bulat dan punchy walaupun tidak se deep 232. imaging doppio terasa 2D dibanding 232 yang 3D
  • VS Dita The Answer, Dita terasa lebih smooth dan lebih memiliki mid bass yang lebih natural walaupun tidak secepat 232. Soundstage Dita terasa lebih megah dan lebih lebar, namun secara imaging 232 masih lebih precise dalam pointing out the instruments.

Overall

Phonak 232 adalah iem yang cukup spesial dengan konfigurasi dual drivernya yang seringkali terasa memiliki freq range yang cukup lengkap dan fun, juga treblenya yang spesial ditambah dengan fittingnya yang juara. sayangnya barang ini sudah discontinued namun untuk para pecinta iem dan treble head jikalau ada kesempatan, gw sangat merekomendasikan untuk mencoba produk satu ini.

Score

build: 8/10
fit : 10/10
isolation : 8/10
bass : 7/10
mid : 8,5/10
treble : 9,5/10
soundstage : 7/10
imaging : 9/10
value : ? (karena discontinued)
rank : A

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s