Dynamic VS Balanced Armature (Indonesian Vers)

Intro

Hello, udh lama gw ga pake lagi Bahasa Indonesia, untuk kali ini berhubung beberapa orang ada yg request untuk jelasin bedanya apa sih Dynamic driver? Balanced Armature? Hybrid? Multi Driver? Terutama dalam dunia iem, dynamic & balanced armature ini paling umum dipake, kali ini gw akan ngebahas bedanya secara overall aja dan gabakal ngebahas detail gimana sih cara kerjanya dynamic ato BA? Bagian mana coil, diaphragm dkk, tapi lebih ke bentuk, dan suara yang dihasilkan, semoga bermanfaat

Dynamic Driver

Dynamic Driver adalah driver yang paling banyak ditemukan di peralatan audio apapun bentuknya, mulai dari speaker, headphone, iem, earbud, semuanya, terutama earbud pasti menggunakan dynamic driver, itu lohh yang bentuknya bulet lalu ada jendolan di tengahnya, lalu pas ngluarin bass dia geter geter gitu (lihat gambar di bawah)

driver dynamic innerfidelity

(Dynamic driver, image credit for innerfidelity)

Penggunaan

Pasti pernah liat khan nah itulah Dynamic driver, dalam pengaplikasiannya biasanya Cuma digunakan 1 dynamic driver per sisi, dimana 1 driver sudah lengkap membunyikan seluruh frekuensi mulai dari low (bass), mid (vokal), dan high (treble) kecuali kasus kasus khusus kayak audio technical im50/70 yang pake dual driver atau ocharaku yang juga pake dual driver, namun normalnya mulai dari harga murah banget kayak iem/earbud puluhan ribu dr pinggir jalan sampe Dita the dream, Campfire Vega, ataupun Hifiman Re2000 yang harganya sampe sekitar 20 jutaan atau lebih tetep Cuma pake 1 Dynamic driver (tentu teknologi dan kualitasnya beda jauh yaa) tapi ya Cuma pake 1 dynamic driver, nah yuk langsung aja kita masuk ke kelebihan dan kekurangannya.

Untuk keunikan dynamic driver juga, perhatiin deh untuk iem dynamic pasti ada bolongan kecil di iem ny itu pasti ada, kerena memang secara kerjanya juga butuh lubang itu di iem

Kelebihan Dynamic Driver (+)

  • Bass yang dihasilkan dynamic driver itu biasanya yang teksturnya paling bulet dan kuat, ada sensasi “geter” atau yang biasa disebut “rumble” sehingga lebih megah untuk music music tertentu
  • Tidak ada masalah koherensi (koherensi akan dibahas lagi sendiri dibawah), otomatis untuk masalah koherensi, dynamic driver ga punya masalah itu

Kekurangan Dynamic Driver (-)

  • Upper mid peak, di frekuensi agak tinggi biasa di frekuensi vocal atas entah mengapa iem dengan dynamic driver cenderung ada sibilance nya apalagi pake lagu lagu pop jepang/korea yang rekamannya kurang bagus, masalah ini gw temuin mulai dari iem harga rendah sampe DITA The Dream pun tetep ada
  • Burn in, untuk ini terserah buat yang percaya ato engga, tp ini pengalaman pribadi, dengan contoh nyata H2H, iem suaranya bisa bener bener berubah setelah di burn sekian jam, dengan kata lain barang demo, barang yang baru kita beli, suaranya bisa bener bener beda, ada juga sih yang kaga ngaruh, tergantung barang, tapi kalo di iem Balanced armature gw blm pernah nemu yang suaranya berubah jauh ataupun sampe terasa bwt telinga gw

driver dynamic shure 215

(contoh iem yang menggunakan dynamic driver – Shure SE215)

Balanced Armature

Balanced Armature sebenernya kalo kita baca sejarahnya, kegunaan awalnya untuk alat bantu dengar, tapi seiring berjalannya waktu sangat sering digunakan oleh perusahaan perusahaan audio, dan terutama untuk CIEM 90% pake Balanced armature daripada dynamic driver

Driver Balanced armature paling populer dipalikasikan dalam multi driver iem dimana memang secara bentuk juga jauh lebih kecil dibanding dynamic, dan Balanced armature berbentuk kotak kotak kecil sehingga secara bentuk lebih mudah ditumpuk (lihat gambar dibawah)

Driver BA cymbacavum

(BA Driver, image credit for CYMBACAVUM)

Penggunaan

Pengaplikasiannya juga berbeda dengan dynamic, dimana frekuensi yang dihasilkan BA terbatas, namun biasanya lebih detail di frekuensi tersebut, contoh fitear F111 yang menggunakan 1 BA driver memiliki suara vocal yang sangat detail dan clear, namun untuk bass dan treble nya terasa “terpotong” atau kadang “ga nyampe” Karena memang kemampuan driver nya hanya terbatas pada frekuensi tertentu, Karena itulah ada penggunaan “multi BA” dan “crossover”:

  • Multi BA : Karena terbatasnya frekuensi driver BA maka dilakukanlah “pembagian tugas”yang juga disebut sebagai “crossover” contoh : ATH Im03 dengan spesifikasi 3 BA 3 Crossover : berarti ada 3 BA yang masing masing melakukan “bagiannya sendiri” (1 BA untuk frekuensi tinggi, 1 BA untuk frekuensi tengah, dan 1 BA lagi untuk frekuensi rendah) sehingga frekuensi yang dihasilkan pun lebih lengkap, contoh lain : 4 BA 3 Crossover : berarti dengan 4 BA pembagian tugas ada 3, (lihat contoh dibawah), pada contoh dibawah 2 driver bertanggung jawab untuk frekuensi rendah, 1 driver untuk frekuensi sedang, dan 1 lagi untuk frekuensi tinggi.

nuforce-primo-8-iem-image31

(contoh crossover 4 BA 3 crossover, image credit for hometheaterhifi.com)

Untuk merasakan perbadaan ini, contoh paling nyata bisa didengar di ATH im series (im01, im02, im03, im04), masing masing seri tersebut memiliki jumlah BA sesuai namanya IM01  menggunakan 1 BA, IM02 menggunakan 2 BA dst. Terasa sekali bedanya mulai dari IM01 hanya fokus di vocal, IM02 lebih flat dengan treble yang lebih jelas dan bass yang lebih terasa namun vocal yang lebih mundur, nah di IM03 mulai terasa bahwa seluruh frekuensi semakin lengkap dan seimbang, sedangkan di IM04 paling memiliki suara full, paling tebal dan bass paling besar.

5689804.jpg

(perbandingan ath im series, image credit for earfonia)

Tapi bukan berarti semakin banyak BA = Makin tebal, ini hanya 1 contoh, contoh lainnya yang sama sekali berbeda 64 ears u4 dengan 4 driver lebih basshead dan tebal dibanding u10 dengan 10 driver yang lebih flat, clear dan detail, kembali lagi keputusan suara ada di pembuat, namun dengan lebih banyaknya driver lebih banyak potensi, walaupun belum tentu paling cocok dengan kuping kita dimana intinya adalah semakin banyak driver bukan berarti makin enak dan makin cocok semua tergantung pembuat dan pendengarnya sendiri

Kelebihan Balanced Armature (+)

  • Suara yang cenderung lebih detail di frekuensi tertentu yang diinginkan
  • Sibilance control yang lebih baik, beberapa iem BA yang memiliki tuningan smooth, bisa benar benar menampilkan suara yang smooth tanpa siblance sama sekali, contoh westone um3x atau westone 4r yang sangat sangat smooth walaupun dipakai untuk mendengarkan lagu yang “tajam”
  • Frekuensi rendah yang lebih cepat, kecenderungan BA adalah bassnya yang lebih cepat dibanding dynamic walaupun di volume bass yang sama besarnya, BA cenderung bisa lebih cepat
  • Pilihan CIEM yang jauh lebih banyak untuk penggemar BA dibanding penggemar dynamic
  • Impedance yang cenderung lebih rendah juga daripada dynamic, dimana dalam volume rendah sudah berbunyi kencang
  • Mengenai vocal, BA lebih bisa menyajikan suara yang lebih smooth dan detail dibanding dynamic, beberapa iem terbaik mengenai vocal menurut kebanyakan, pasti adalah BA seperti contoh fitear f111, fitear togo 334, Vision Ears V5, Customart Harmony

Kelemahan Balanced Armature (-)

  • Bass yang cenderung tidak memiliki rumble, berbeda dengan dynamic driver
  • Inkoherensi : yaitu adanya ketidaksinambungan suara antara driver, ketika sang pembuat tidak berhasil menyatukan “rasa” suara antar BA bisa muncul kesan “terpecah” dan “ga nyambung” antara suara seperti mendengarkan dari speaker yang berbeda beda
  • 1 BA driver tidak mungkin bisa mengalahkan 1 dynamic driver dalam urusan rentang frekuensi yang dihasilkan

A18tia2.png

(a18 tzar dari 64 audio menggunakan 18 BA driver)

Hybrid Driver

Nah sekarang kita udah bisa lihat tuh perbedaan dari dynamic driver sama BA driver, masing masing ada kelemahan dan kelebihannya khan, perlu take note juga kebanyakan suka dynamic Karena gebukan bassnya, lalu untuk vocal dan treble banyak yang suka jernihnya BA, Karena itu lah untuk mengambil keunggulan dari masing masing driver, muncullah konsep “Hybrid” yaitu penggunaan driver Dynamic dan BA dalam 1 IEM, sekarang ini konsep hybrid udah banyak dimana mana dan setau gw yang mempelopori itu akg k3003 di jaman dulu dengan konfigurasi 1 dynamic untuk bass dan 1 BA untuk mid dan 1 BA untuk treble, nah konsep itu udah dipake dimana mana kayak banyak produk sony seperti XBA A3, XBA n3ap (lihat contoh di bawah)

driver hybrid

Kelebihan Hybrid Driver (+)

  • pada umumnya memiliki teknikalitas yang sangat baik (frekuensi bawah yang gebuk dalam, frekuensi mid dan high yang jernih), sebut saja flc8s mengenai teknikalitas dan detail tidak usah diragukan lagi salah satu yang terbaik atau bahkan terbaik di kelas harganya
  • mendapat frekuensi lengkap yang enerjik

Kelemahan Hybrid Driver (-)

  • inkoherensi, atau “tidak nyambung”nya suara driver biasa terjadi dimana terasa ada perbedaan “rasa” atau perbedaan “kecepatan suara” Karena memang dynamic driver yang cenderung lebih lambat digabungkan dengan mid dan treble yang cepat, untuk beberapa orang denger inkoherensi begini bikin rada puyeng

Konklusi

Semua konfigurasi driver memiliki kelebihan sendiri sendiri termasuk hybrid, dimana tidak ada 1 pun yang pasti lebih baik dibanding yang lain, masing masing ada kelemahan sendiri, pada akhirnya yang menentukan pilihan adalah kuping sendiri, review ini hanya membantu untuk memberikan gambaran mengenai karakterisitik masing masing, terima kasih telah membaca 😁

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s